Infrastruktur

Seringnya Terjadi Tebing Longsor di Jalur Trenggalek – Ponorogo

Membuat Direktur Preservasi Jalan Tinjau Langsung ke Lapangan

Admin | Selasa, 14 Februari 2017 - 21:53:46 WIB | dibaca: 141 pembaca

Jalur Trenggalek Ponorogo

Cuaca ekstrem yang terjadi sepanjang tahun 2016 dan awal 2017 ini membuat sebagian infrastruktur di Kabupaten Trenggalek mengalami kerusakan parah. Kerusakan ini juga melanda beberapa infrastruktur milik pusat yang ada di kota tempe keripik ini. Jalur Trenggalek – Ponorogo, sering mengalami kelongsoran. Hal ini membuat Direktur Preservasi Jalan Ditjen Binamarga Kementrian PUPR, Ir. Poltak Sibuea M.Eng.Sc, tinjau langsung di lapangan, Senin (13/2).

Kedatangan Direktur Preservasi Jalan Ditjen Binamarga Kementrian PUPR, ini disambut langsung oleh Bupati Trenggalek, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc dan Wakilnya H. Moch. Nur Arifin di lokasi KM 17 Dusun Pring Ombo Desa Nglinggis Tugu. Banyak yang Diceritakan oleh Bupati Trenggalek beserta Wakilnya mengenai kondisi beberapa infrastruktur yang rusak serta kajian-kajian yang telah dilakukan oleh beberapa ahli yang telah meninjau ke Trenggalek, kepada pejabat Kementrian PUPR tersebut.

Dikonfirmasi mengenai penanganan tebing di jalur Trenggalek – Ponorogo yang sering longsor, Direktur Preservasi Jalan Ditjen Binamarga Kementrian PUPR, Poltak Sibuea, menyampaikan "kalau prediksi waktu kapan harus selesai memang belum bisa kita perhitungkan," ucapnya.

"Tapi untuk kapan tanggap daruratnya supaya jalan tidak rusak, salah satu penanganan mendesak itu pembuatan saluran drainasenya. Kemudian permukaan jalan yang sudah mulai terkupas atau sudah rusak itu akan segera di tutup."

"Kalau masih basah karena hujan berarti harus kita rapikan permukaannya. Mungkin dengan agregat yang selanjutnya permukaannya diperkeras paling tidak dengan kontruksi beton. Jadi langkah mendesak yang dilakukan itu adalah mencegah air untuk tidak masuk ke badan jalan, atau tertahan sehingga meresap di bawah badan jalan."

"Nanti langkah berikutnya memperkuat badan jalan, tadi salah satunya dengan membuat tembok penahan jalan dengan pondasi sampai ke tanah keras. Dari pondasi ke tanah keras ini, nanti bisa dibangun tembok penahan bisa berupa bronjong maupun kontruksi lain, kemudian juga dengan tebing – tebingnya. Tebing yang berada diatas jalan ini harus juga di amankan, sehingga tidak ada longsor yang menimbun badan jalan."

"Kondisi yang dialami Kabupaten Trenggalek ini terjadi, hampir diseluruh wilayah di Indonesia yang berbukit, seperti ini kasusnya. Kejadian ini merupakan fenomena umum untuk daerah perbukitan."

"Apalagi dengan intensitas hujan yang tinggi, akan semakin membuat lemah ikatan tanah. Serta juga menjadi tambahan beban untuk kontruksinya, lalu dia ambrol," jelas Direktur Preserfasi Jalan Kementrian PUPR ini. (Humas)










Komentar Via Website : 3
obat nafsu makan di apotik
08 April 2017 - 14:24:13 WIB
informasinya menarik https://goo.gl/BWMGcs ,,
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)