Seni dan Budaya

Hari Raya Kupatan (Ketupat)

Admin | Selasa, 08 Maret 2016 - 22:21:26 WIB | dibaca: 287 pembaca

ketupat

Hari raya kupatan dilaksanakan 7 hari setelah hari raya Idul Fitri, tepatnya hari raya ke-8. Hari raya Kupatan sudah menjadi tradisi umat muslim Jawa, bahkan se-Indonesia. Lalu dari manakah asal-usul kupatan/ ketupan??

Sebenarnya belum ada buku sejarah yang menguak asal mula tradisi Kupatan, namun menurut cerita masyarakat Kupatan berasal dari Trengalek, tepatnya di Kec. Kupatan pertama kali dilakukan seorang ulama setempat yang hidup sekitar abad XIX. Saat itu, setelah melaksanakan Sholat Ied, seperti tradisi pada umumnya, warga Durenan saling bersilaturahmi. Lepas tanggal 1 Syawal, mereka melaksanakan puasa sunah selama enam hari, yaitu tanggal 2 sampai 7 Syawal. Usai puasa sunah tersebut pada hari ketujuh, mereka mengadakan perayaan ketupat atau lazim disebut dengan “Bada Ketupat atau Kupatan”.

Dalam perayaan tersebut, para ulama setempat mengadakan silaturahmi ke Trenggalek untuk menghadap Bupati yang saat itu lazim dipanggil “Ndoro Kanjeng”. Pada saat itu sudah menjadi kebiasaan bagi Penguasa Trenggalek bahwa Ndoro Kanjeng mengadakan semacam Open House pada Hari Raya Idul Fitri ke-tujuh. Konon sebagai oleh-oleh dari Durenan, para tamu mempersembahkan ketupat kepada Ndoro Kanjeng.

Tradisi ini terus berlanjut sampai sekarang dan dari tahun ke tahun pelaksanaannya semakin meriah. Semua tamu, baik sudah kenal atau belum, akan memperoleh hidangan ketupat setiap bersilaturahmi ke rumah-rumah warga Durenan.

Lebaran ketupat ini dilaksanakan setiap hari ke-delapan di bulan syawal. Lebaran ketupat ini merupakan wujud apresiasi masyarakat Durenan setelah mereka berhasil menunaikan puasa sunnah enam hari selama bulan Syawal. Mereka menjalankan puasa Syawal mulai dari tanggal 2 Syawal hingga tanggal 7 Syawal. Nah, pada 8 Syawal diadakan lebaran ketupat. Kurang lebih ada delapan desa yang merayakan lebaran ketupat ini di Durenan. Masing-masing adalah desa Durenan, Kendalrejo, Semarum, Pakis, Sumbergayam, Ngadisuko, Pandean, dan Kamulan.










Komentar Via Website : 6
Obat Parkinson Tradisional
27 Juli 2017 - 16:06:20 WIB
fahri
28 Juli 2017 - 02:21:08 WIB
terima kasih mas atas informasinya mas sangat menarik dan bagus
https://goo.gl/Jx5UMb
https://goo.gl/tVyCL6
nhttps://goo.gl/pJGsuZ
http://www.usaharumahan19.com
Obat Bab Berdarah Di Apotik
10 Agustus 2017 - 09:08:49 WIB
Sembuhkan secara alami > http://ow.ly/REO030eizjE
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)